Aku Mulai Belajar Hidup Tanpa Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

 

Aku Mulai Belajar Hidup Tanpa Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

Dulu aku pikir cara supaya hidupku jadi lebih baik adalah dengan terus menekan diriku sendiri.

Aku harus lebih kuat.
Lebih produktif.
Lebih tenang.
Lebih bisa mengontrol semuanya.

Dan kalau aku gagal melakukan itu, aku marah pada diriku sendiri.

Aku merasa kurang.
Merasa tertinggal.
Merasa seperti semua orang bisa hidup lebih baik dariku.

Jadi aku terus memaksa diri untuk tetap jalan, bahkan saat sebenarnya aku sudah sangat lelah.

Sampai suatu hari aku sadar…
aku bicara terlalu kasar pada diriku sendiri.

Hal yang tidak akan pernah aku katakan ke orang lain, justru sering aku katakan ke diri sendiri di dalam kepala.

“Kamu terlalu lemah.” “Kamu kenapa sih nggak bisa biasa aja?” “Harusnya kamu lebih baik dari ini.”

Dan semakin lama aku hidup seperti itu, semakin aku kehilangan rasa tenang.

Karena ternyata, hidup sudah cukup berat tanpa harus ditambah perang dari dalam diri sendiri.

Sekarang aku mulai belajar sesuatu yang pelan tapi mengubah banyak hal:

Aku tidak harus menyiksa diriku untuk pantas merasa cukup.

Aku mulai belajar istirahat tanpa rasa bersalah.
Belajar menerima hari buruk tanpa langsung membenci diri sendiri.
Belajar bahwa tidak produktif satu hari bukan berarti hidupku gagal.

Dan itu terasa asing di awal.

Karena aku terlalu terbiasa hidup dalam tekanan yang aku buat sendiri.

Tapi perlahan aku mengerti…
menjadi lembut pada diri sendiri bukan berarti malas atau menyerah.

Itu berarti aku akhirnya memperlakukan diriku seperti manusia juga.

Manusia yang bisa capek.
Bisa takut.
Bisa gagal.
Dan tetap layak disayang.

Aku masih belajar sampai sekarang.
Masih ada hari di mana aku terlalu keras lagi pada diriku sendiri.

Tapi setidaknya sekarang aku sadar saat itu terjadi.

Dan mungkin…
kesadaran kecil itu adalah awal dari hidup yang lebih tenang.

Komentar